Does the System Work?

Pada suatu waktu, di tahun 2012, saya mengikuti konferensi matematika di Pulau Jeju, Korea Selatan. Ini merupakan kunjungan pertama saya ke negeri ginseng. Perjalanan ke sana dengan Korean Air cukup lancar. Ada saat mendebarkan ketika pesawat hendak mendarat di Bandara Jeju, angin demikian kencang, sehingga pesawat goyang dan sang pilot akhirnya memutuskan untuk naik terbang lagi. Pada upaya kedua, pendaratan berhasil dilakukan dengan baik, walau angin masih terasa menggoyang badan pesawat.

Konferensi diselenggarakan di Universitas Jeju, yang cukup jauh dari keramaian. Yang hendak saya ceritakan bukan perihal konferensi tersebut, tetapi tentang sesuatu yang menurut saya dapat menjadi cermin bagi banyak sistem di negara kita. Ceritanya begini. Setelah konferensi rampung, makan malam terakhir pun usai, kami pulang ke wisma universitas. Saya menghampiri Ketua Panitia untuk meminta bantuan ybs memesankan taksi untuk membawa saya esok paginya ke bandara.

Pesawat yang akan saya tumpangi terbang pukul 06.00 pagi, karena itu saya harus sudah berada di bandara pada pukul 05.00 pagi. Penerbangan ini adalah penerbangan domestik dari Pulau Jeju ke Seoul; penerbangan selanjutnya dari Seoul ke Jakarta dijadwalkan pada pukul 09.30 (kalau tidak salah). Singkat kata, saya tidak boleh ketinggalan pesawat dari Pulau Jeju ke Seoul. Karena itu, saya tidak boleh tidak mendapat taksi pada pagi hari tersebut.

Ketua Panitia Konferensi, Pak Han namanya, bertanya: “jam berapa besok pesawatnya terbang?” Saya bilang jam 06.00. Lalu dia bilang, “kalau begitu bangunkan saya jam 04.45, lalu saya akan telepon pool taksi. Dari kampus ke bandara hanya butuh 10 menit.” Saya protes, “terlalu mepet!” Bagaimana kalau taksinya tidak datang? Pak Han dengan kalem berkata: “Don’t worry. OUR SYSTEM WORKS. The taxi will come in 5 minutes.”

Setelah mencoba kedua kalinya meminta Pak Han untuk menelepon pool taksi malam itu juga, agar lebih bisa dipastikan bahwa saya akan mendapat taksi esok paginya, dia tetap meyakinkan saya untuk tidak usah risau, dan mengingatkan saya untuk membangunkan dia pada pukul 04.45. Akhirnya saya pasrah dan masuk ke kamar, mengepak barang-barang saya, dan tidur (dengan tidak nyenyak).

Esok paginya saya bangun pada pukul 04.00, mandi, mengepak lagi barang-barang saya ke dalam kopor, lalu mendatangi kamar Pak Han dan mengetuk pintunya. Dia pun bangun dan menelepon pool taksi, lalu katanya: “the taxi will come soon.” Dan tak lama kemudian taksinya datang, betapa melegakan. Saya pun pamit, dan tiba di bandara agak kepagian, sebelum counter check-in buka!

Cerita ini beberapa kali saya share dengan teman-teman, khususnya ketika kami ngobrol tentang berbagai persoalan yang dihadapi, entah itu tentang sistem pendidikan, sistem kepegawaian nasional (PNS), sistem transportasi, bagaimana kita memilih pemimpin, dan lain-lain. Tampak jelas benang merahnya, bahwa banyak sistem yang diterapkan di negara kita tidak berjalan dengan baik.

Baru-baru ini saya diundang rapat tentang sistem kenaikan jabatan ke Guru Besar, bagaimana memperbaikinya untuk meningkatkan kinerja universitas. Saya kemudian menceritakan tentang pengalaman saya di Pulau Jeju tadi. Intinya, saya bertanya: “apakah sistem kita selama ini berjalan?” Dalam hati, bila sudah tahu bahwa sistem tidak berjalan, kok masih diterapkan. Tidak perlu seorang pakar untuk menyimpulkan bahwa, bila sistem tidak berjalan, maka kita harus menggantinya dengan sistem yang baru, bukan sekadar tambal sulam.

Tentu kita harus mencari akar masalahnya, sebelum kita menetapkan suatu sistem baru untuk mengatasinya. Tetapi kita sering pula tidak sabar dalam hal ini, dan alhasil yang kita lakukan hanya perbaikan ala kadarnya, yang tidak menyelesaikan persoalan. Setelah membaca tulisan ini, setidaknya saya berharap anda akan kerap bertanya ketika dihadapkan pada suatu persoalan: “APAKAH SISTEM BERJALAN?” Selanjutnya anda lah yang mengambil tindakan.

H. Gunawan, 07-03-2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s