Cita-cita dan “Role Model”

Sering berinteraksi dengan anak-anak usia sekitar 10-15 tahun? Coba tanya mereka, apa cita-citanya. Dengan cepat mereka mungkin akan menjawab: dokter, insinyur, artis, atau Presiden. Kadang-kadang ada juga yang bercita-cita menjadi guru atau profesor. 😉

Cukup melegakan bila anak-anak mempunyai cita-cita. Tapi, bila mereka bercita-cita menjadi dokter, misalnya, dokter sehebat apakah sih yang mereka bayangkan? Insinyur apa dan sehebat apa? Bahkan menjadi Presiden pun, sosok Presiden mana yang mereka bayangkan — karena kita tahu tidak semua Presiden bagus.

Singkat kata, kalau mereka hanya menyebutkan jenis pekerjaannya, tanpa ada kejelasan sehebat apa, mereka kemungkinan akan mendapat pekerjaan tersebut, tapi pada dasarnya mereka akan menjadi seperti orang kebanyakan.

Mempunyai cita-cita itu bagus, tapi coba tanya mereka lebih jauh: siapa role model mereka? Role model adalah orang hebat yang mereka idolakan, yang menginspirasi mereka. Bila mereka ingin menjadi insinyur, misalnya, siapakah idolanya? B.J. Habibie-kah? Apa karya keinsinyurannya yang istimewa — anak harus punya alasan mengapa ia mengidolakan beliau. Dengan begitu, anak tahu apa konsekuensinya: ia harus belajar sekeras apa untuk mewujudkan cita-citanya menjadi insinyur seperti B.J. Habibie.

Nah, bila anda berjumpa dengan anak-anak, mungkin anak anda sendiri, coba tanya: siapa role model-nya? Jangan-jangan ia tidak punya role model. Bila demikian adanya, mungkin tugas kita sebagai orang dewasa untuk membuka wawasannya tentang orang-orang yang telah “membuat dunia ini berputar” dan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang tersebut.

Mulai sekarang, tampaknya kita sebagai orang dewasa juga harus mulai mikir-mikir, siapa orang hebat di sekitar kita — dalam bidang sains, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, seni, olahraga, dlsb. Make sure that they are really great, not just an average. Negeri ini butuh banyak orang-orang hebat, bila mungkin pada skala dunia, yang dapat menjadi role model bagi anak-anak!

H. Gunawan, 9-4-2013

Advertisements

8 Comments

  1. Entah kenapa, dari kecil terinspirasi jadi Tony Stark, atau Bruce Wayne. Cerdas, suka bereksperimentasi, petualang, dan punya perusahaan sendiri 🙂

    Mampir Pak Hendra

  2. Sebagai Guru SD ada murid saya, yang ingin jadi komedian karena role modenya sule, ada yang cita2nya bikin girlband karena role modenya: Cherrybelle.
    Jadi Pilot, dokter, insinyur itu cita2 anak2 generasi kemarin, Pak
    Anak2 generasi sekarang banyak berrcita-cita jadi pekerja industri hiburan seperti artis, penyanyi, komedian. Ya..kita tahulah seperti apa masifnya industri hiburan saat ini

    1. Mas Aria.. bercita-cita jadi artis itu OK, tapi siapa role modelnya. Dalam tulisan saya “Mencari Sosok Panutan” saya memberi contoh Adele sbg sosok panutan artis yang mencapai prestasi tinggi. Dalam bagian lain dari tulisan tsb, saya anggap penting juga bidang humaniora, yang membuat manusia lebih manusiawi. Sosok panutan yang jadikan sbg contoh adalah Paulo Coelho. Singkat kata, kita sbg orang dewasa yg tahu lebih banyak ttg “dunia” mesti memberi tahu anak-anak dan adik-adik kita sosok hebat dalam berbagai bidang, agar mereka mempunyai cita-cita yang tinggi. Salam, HG

  3. Saya sudah ikut diskusi di milis Pak, bareng dengan Gustaff, Bonar, Ari, dkk. Ini masih mencari posisi yang bisa dioptimalkan, sesuai aktivitas harian saya. Saya dukung gerakan Indonesia 2045-nya Pak Hendra

  4. Referensi ‘role model’ berkualitas yang mungkin bisa diliat mudah oleh anak-anak masih kurang. Keponakan saya saja masih lebih memilih liat kompetisi nyanyi di TV (dia hafal lagunya dengan baik), daripada saya ajak baca bareng atau sekedar didongengi buku tokoh dunia. Entah gimana harus membiasakannya Pak, karena saya sendiri tidak punya ‘model’ yang saya pikir bisa diikuti untuk menjadi lebih menarik bagi anak-anak, Masih kalah sama TV

  5. Sebagai seorang remaja yang hobby menulis dan bercerita yang menjadi inspirasi saya untuk menulis puisi adalah Bung Chairil Anwar. karena puisi dari sosok ini begitu menggugah hati saya pak. kemudian ada juga Soe Hok Gie yg menjadi inspirasi karena keberaniannya ditengah krisis keadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s