Memilih Perguruan Tinggi

Bingung memilih perguruan tinggi? Barangkali beberapa tips berikut dapat membantu.

Bila kamu akan segera atau baru saja lulus SMA (atau sederajat) tahun ini, dan bermaksud melanjutkan studi ke perguruan tinggi, maka ada sejumlah aspek yang mungkin kamu (perlu) pertimbangkan.

Pertama, kamu harus tahu bidang apa yang kamu minati atau ingin kamu kuasai dengan (lebih) baik ke depan. Apakah bidang sains atau ilmu rekayasa tertentu, atau bidang sosial atau ilmu ekonomi? Atau mungkin kedokteran? Atau seni tertentu?

Setelah itu, kamu cari informasi tentang perguruan tinggi mana yang menawarkan program studi dalam bidang tersebut. Sebagai contoh, bila kamu ingin mempelajari psikologi, maka perguruan tinggi yang bisa kamu lirik barangkali UI, UGM atau UNPAD, bukan ITB atau ITS.

Selanjutnya, yang krusial, adalah memilih perguruan tinggi berkualitas yang menawarkan program studi dalam bidang minat kamu tersebut. Nah, faktor apa saja yang menentukan kualitas tersebut?

1. Institusi: Seberapa mapan sebuah perguruan tinggi, apakah sudah berdiri lama atau baru berdiri beberapa tahun terakhir saja? Bagaimana reputasinya — apakah termasuk perguruan tinggi yang muncul dalam pemeringkatan oleh Times Higher Education Survey (THES), misalnya. (Kalau kamu baru mendengar tentang THES, tinggal Google saja.) Apakah kinerjanya terekam dengan baik di Scopus (baca artikel “Peta Kekuatan Penelitian dan Deposito Pengetahuan Indonesia” di http://personal.fmipa.itb.ac.id/hgunawan/various-articles atau ”Quo Vadis Perguruan Tinggi Indonesia” di https://hgunawan82.wordpress.com). Bagaimana pula dengan jaringan kerjasama yang dimilikinya?

2. Dosen: Seberapa bermutu dosen pada perguruan tinggi tersebut? Apakah perguruan tinggi tersebut didukung oleh lebih dari 50% dosen tetap, atau lebih banyak dosen tidak tetap yang tak berkantor di perguruan tinggi tersebut? Bagaimana dengan reputasi para dosennya? Di era Google sekarang ini, mudah sekali untuk mengetahui kinerja dosen dalam bidang yang diakui sebagai kepakarannya. Masuk saja ke http://scholar.google.com, pilih menu “advanced”, atau http://academic.research.microsoft.com, lalu entrikan nama seorang dosen dan bidangnya (misal “H Gunawan” dan “Mathematics”), maka kamu akan mendapatkan sejumlah dokumen yang terkait dengannya. Bila hanya sedikit  dokumen yang muncul, maka kamu mulai berpikir, apakah kamu ingin berilmu pada dosen tersebut.

3. Fasilitas: Apakah perguruan tinggi yang mengaku terbaik dalam bidang tertentu didukung oleh fasilitas yang memadai untuk bidang tersebut? Sebagai contoh, apakah kamu mau belajar kedokteran di perguruan tinggi yang tidak mempunyai fasilitas praktek kedokteran?

Beberapa aspek lainnya yang juga perlu kamu pertimbangkan tentunya adalah biaya: bila ada dua perguruan tinggi yang kualitasnya kurang lebih sama, tentu kamu pilih yang lebih murah ‘kan? Kalau sama mahalnya, dan kamu termasuk orang yang “berada”, maka soal biaya bukan masalah. Bahkan kamu mungkin berpikir studi ke luar negeri sekalian, why not.

Aspek berikutnya mungkin lokasi. Apakah kamu dan orangtua kamu tidak bermasalah bila kamu belajar di kota (atau negara) yang jauh dari tempat asal kamu? Jarak juga mempengaruhi biaya lho.. (sekali-kali kamu ‘kan kangen juga sama kampung halaman).

Yang juga perlu dipikirkan adalah lingkungan dengan siapa kamu akan belajar dan bergaul nanti. Bila kamu hanya mau bergaul dengan “sesamamu” (apapun itu), maka kamu pilih perguruan tinggi X; tapi bila kamu justru ingin belajar dan mempunyai teman dari berbagai latar belakang, maka kamu pilih perguruan tinggi Y.

Nah, dengan beberapa pertimbangan di atas, sekarang kamu mungkin tinggal punya beberapa pilihan saja. Selebihnya bergantung pada kamu sendiri juga: apakah kamu kira-kira akan diterima di perguruan tinggi pilihan kamu? Jangan lupa, yang berminat masuk ke perguruan tinggi pilihan kamu bukan kamu sendirian.. Sebuah perguruan tinggi favorit biasanya diperebutkan orang, dengan tingkat kompetisi 1:10 atau bahkan 1:25. Persyaratan untuk masuk so pasti lebih berat.

Well, selamat memilih perguruan tinggi dan semoga kamu diterima di perguruan tinggi pilihan kamu yang berkualitas! Last advice: Jangan mau belajar di perguruan tinggi yang tidak jelas: kamu mungkin dapat ijazahnya, tapi kalau kemudian tidak dapat bekerja di mana-mana, percuma ‘kan?

H. Gunawan, 11-04-2013

Versi 04-04-2011: Memilih Perguruan Tinggi (pdf).

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s